Tuesday, June 12, 2018

Bunga Cinta Bernama Rosa

Oleh : Fidelis R. Situmorang


Saya masuk dari pintu garasi yang terhubung ke rumah. Saya mengambil handuk dan mengeringkan rambut yang agak basah saat membuka gerbang pagar tadi. Suara televisi terdengar samar-samar dari ruang tengah. Saya ganti kemeja saya dengan kaus tidur.

Saya berjalan ke ruang tengah, ingin ngobrol-ngobrol sebentar dengan bapak. Tetapi bapak sudah tertidur di depan televisi. Saya dekati bapak yang tertidur di kasur depan tivi. Saya duduk di sampingnya. Biasanya kalau belum pulas benar, bapak pasti terbangun dan berkata: Udah pulang? Makan gih!, perkataan yang selalu saya dengar sejak kecil.

Sepertinya bapak sudah pulas. Mulutnya menganga, ada dengkur halus keluar dari mulutnya. Wajahnya terlihat lelah. Mungkin bapak capek mengurus pohon-pohon kesayangannya di halaman.

Bapak mengasihi pohon-pohon di halaman. Pepohonan itu ia sayang dan rawat setiap hari. Peralatan bertamannya lengkap termasuk obat-obatan dan pupuknya. Pohon-pohon kesayangannya membalas cinta bapak dengan memberikan bunga-bunga indah dan buah-buah ranum kepada bapak.

Ibu yang pertama kali memperkenalkan cara mengasihi tanaman kepada bapak. Tetapi semenjak ibu tiada, bapak melakukan seorang diri saja. Mungkin bapak tidak sekedar merawat bunga dan tanaman, tetapi ia sedang merawat cinta dan kenangannya bersama ibu. 

Sempat beberapa bulan tanaman itu tak terawat, di bulan-bulan awal kami ditinggalkan ibu. Bapak lebih banyak termenung dan menonton televisi. Tetapi kemudian bapak bangkit dari duka kehilangannya dan mulai meneruskan dunianya yang sempat berhenti itu.

"Kamu tahu apa nama latin mawar?" tanya bapak suatu hari, sambil matanya memandangi keindahan bunga itu.

"Enggak, Pak... " saya menggeleng. 

"Rosa... sama dengan nama ibumu," kata bapak. 

"Oh... " Segera saja senyum dan tawa ibu terbayang kembali di depan mata.


Sumber : Facebook

Saturday, March 10, 2018

Kembang Telang, Jurassic Park dan Akar Yang Berjuang

Oleh : Bambang Haryanto



Hari bersejarah. Tanggal 8 November 2017.
Karakter Kembang Telang 

Habitus :  Semak, menjalar, panjang 3-5 m. 

Batang: membelit, masif, permukaan beralur, hijau. Daunnya majemuk, menyirip, lonjong, tepi rata, ujung tumpul, pangkal meruncing, panjang 4-9 cm, lebar 2-4 cm, tangkai silindris, panjang 4-8 cm, pertulangan menyirip, permukaan berbulu, hijau.

Bunganya majemuk, bentuk tandan, di ketiak daun, tangkai silindris, berwarna hijau, kelopak bentuk corong, panjang 1,5-2,5 cm, hijau kekuningan, tangkai benang sari berlekatan membentuk tabung, putih, kepala sari bulat, kuning, tangkai putik silindris, kepala putik bulat, hijau, mahkota bentuk kupu-kupu, ungu. 

Buah berbentuk polong, panjang 7-14 cm, bertangkai pendek, masih muda hijau setelah tua hitam. Bijinya berbentuk ginjal, masih muda hijau setelah tua coklat. Akarnya tunggang, putih kotor. (Sumber : Tanaman Obat Herbal). 

Tidak Butuh Perlakuan Khusus

“Budi daya bunga telang tidak membutuhkan perlakuan khusus. Tanaman ini mudah tumbuh dan semakin trubus  jika sering dipangkas dan dipanen. Bunga mulai muncul setelah sebulan tanam dan terus berbunga sepanjang tahun dan berumur panjang sampai  dua tahun.”  (Cerita Wardiyono, petani Kembang Telang dari Klaten, sebagaimana dimuat dalam harian Solopos, Minggu, 2 September 2018 : XI).

Kehidupan Mampu Menemukan Jalannya Sendiri


“Saya menanam kembang telang dengan memakai pot pralon yang vertikal. Bagian bawahnya saya tutup dengan lembaran plastik  yang dilubangi sebagai pori-pori untuk jalan air mengalir keluar. Pot pralon kemudian saya ikatkan ke pagar, agar tanaman kembang telang yang suka tumbuh merambat itu dapat memenuhi dan merimbun di pilar-pilar besi di pagar rumah saya.

Tumbuh subur. 9 Maret 2018.
Saya semula kuatir, apakah unsur hara dalam media tanam yang terbatas dalam pot pralon itu bisa mencukupi untuk menopang pertumbuhannya. Saya heran, ternyata kembang telang yang saya tanam pada tanggal 8 November 2017 itu, saat saya foto di 9 Maret 2018, ternyata bisa tumbuh baik. 

Daunnya rimbun. 
Rajin pula berbunga.

Belakangan saya baru tahu ketika melihat pangkal pot pralon. Ternyata akar kembang telang itu menembus lembaran plastik di dasar pot pralon itu. 

Selanjutnya akar tersebut  mengunjam ke tanah yang senyatanya permukaannya berlapis semen. Akar yang sungguh kuat dalam berjuang mencari sumber hara untuk  menopang kehidupan dirinya.

Momen itu membuat saya mudah ingat ucapan dalam film Jurassic Park (1993) : Life will find a way. Kehidupan akan mampu menemukan jalannya sendiri.”

Sunday, January 7, 2018

Asyiknya Berkebun di Sekolah


Oleh : Nurul Khoiriyah

KB Mutiaraku - Berkebun dalam arti sempit yaitu menanam dikebun. Kebun dalam pengertian di Indonesia adalah sebidang lahan, biasanya ditempat terbuka yang mendapat perlakuan tertentu oleh manusia, khususnya sebagai tempat tumbuh tanaman.
 
Kata kebun juga dipakai untuk menyebut pekarangan dan tanaman. kebun dapat merupakan suatu pekarangan, namn tidak selalu demikian. Keseluruhan atau sebagian kebun dapat ditata menjadi taman.

Tujuan berkebun bagi anak di antaranya yaitu :

Mengembangkan kreativitas anak
Mengembangkan kesadaran anak akan manfaat berkebun
Mengembangkan rasa tanggung jawab untuk memelihara apa yang ditanamnya
Menanamkan perasaan keindahan/estetika
Mengenalkan sebanyak-banyaknya hasil ciptaan Allah

Manfaat Berkebun


Berkebun adalah sarana yang sangat baik untuk mengasah kepekaan dan kecintaan anak terhadap lingkungan hidup, karena ia akan mengamati secara langsung cara kerja alam.

Beberapa manfaat berkebun bagi anak-anak, yaitu :

1. Kehidupan
Memberi kesempatan pada anak untuk bermain dan mengeksplorasi di kebun, berarti membukakannya pintu lebih lebar terhadap dunia. Namun, ini juga berarti memberi kesempatan kepadanya untuk berani dan siap menghadapi kehidupan. Tidak semua tanaman akan sukses menghasilkan bunga.

Bila gagal mereka bisa belajar proses mana yang kurang tepat sehingga hasilnya bisa lebih baik. Kegagalan menanam misalnya benih tanaman tidak tumbuh atau mati terserang hama atau penyakit merupakan proses belajar bagi anak untuk menerima kenyataan bahwa hidup ini tidak selalu berhasil dan berjalan lancar. Banyak rintangan yang akan dilalui.

2. Perkembangan Motorik
Banyak kegiatan dikebun yang dapat dilakukan untuk membantu perkembangan motoriknya. Misalnya, ketika anak memetik buah atau bunga, dan mengumpulkan daun kering, maka ini merupakan rangsangan baginya untuk menggerakkan jari dan tangannya serta kakinya yang akan membantu perkembangan motoriknya.

3. Relaksasi
Studi menunjukkan bahwa berkebun dapat mengurangi stress karena efek menenagkan. Hal ini berlaku untuk semua kelompok umur. Terlebih lagi, merangsang semua panca indera.

4. Suka Sayur
Bagi anak-anak yang sulit makan sayur, berkebun adalah cara yang baik untuk memperkenalkan darimana datangnya sayur. Siapa tahu setelah menanam, merawat dan memanen sendiri sayurannya, anak akan menjadai senang menyantap sayur mayurnya. pastikan juga agar mereka memakan sayuran yang mereka tanam sebelum berubah menjadi tua dan layu.

Memakan sayuran yang masih segar dan langsung dari kebun lebih baik karena kita dapat memastikan dan memantau kebersihannya. Selain itu, aktivitas ini dapat membuat anak merasa bangga karena mereka sendiri yang telah menanam sayuran yang mereka makan.

5. Jiwa Kewirausahaan
Menumbuhkan sikap/jiwa kewirausahaan pada diri anak memerlukan latihan bertahap. Hal ini dapat diwujudkan salah satunya melalui kegiatan berkebun.

Beberapa sikap/jiwa kewirausahaan yang perlu ditanamkan pada anak sejak dini, meliputi :

a. Rasa Percaya Diri
Anak akan merasa dipercaya dengan kebebasannya berkebun tanpa takut dilarang karena kotor

b. Tanggung Jawab
Dengan menyiram dan merawat tanaman, anak dilatih untuk bertanggung jawab dan melatih kepeduliannya terhadap alam / lingkungan hijau.

c. Kemandirian dan Kedisiplinan
Dengan Kemandirian dan Kedisiplinan, anak dapat diandalkan untuk bisa memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. Ketika melepas anak-anak untuk mengolah tanah sendiri, menanam benih hingga menyiramnya secara teratur dapat membreikan pengalaman untuk mengerjakan sendiri dan menyadari bahwa tanaman butuh disiram secara teratur. Jika tanaman tidak teratur memperoleh air maka tanaman bisa mati.

d. Ketekunan dan Kesabaran
Kegiatan berkebun dapat melatih ketekunan dan kesabaran anak, misalnya ketika menunggu tanamannya tumbuh, berkembang dan tiba saatnya panen.

e. Kreativitas
Kreativitas perlu dikembangkan sejak dini. Pengembangan ketivitas akan membuat anak mampu menciptakan hal-hal baru. Kreativitas inilah modal dasar untuk menjadi enterpreneur. Anak bebas memilih tanaman apa yang akan ditanamnya.

Wednesday, November 8, 2017

Presiden Mantu dan Kembang Telang

Sekadar ikut mencatat tanggal Pak Jokowi mantu, 8 November 2017, saya menanam biji kembang telang yang punya nama ilmiah Clitoria ternatea di pot pralon, di pagar depan rumah.





















Wikipedia bercerita bila kembang atau bunga telang.atau juga disebut kembang teleng  adalah tumbuhan merambat yang biasa ditemukan di pekarangan atau tepi hutan. Tumbuhan anggota suku polong-polongan ini berasal dari Asia tropis, namun sekarang telah menyebar ke seluruh daerah tropika. Sejak dulu tumbuhan ini ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias karena bunganya yang berwarna biru terang.

Bunganya di berbagai tempat Asia Tenggara dimanfaatkan sebagai pewarna makanan atau kue. Di Malaysia, ekstrak mahkota bunganya dipakai untuk mewarnai ketan. Di Thailand, menjadi minuman penyegar berwarna biru dari ekstraknya dinamakan nam dok anchan (น้ำดอกอัญขัญ). Terdapat varietas dengan mahkota bunga berwarna putih.

Dari gerai LSM Lingkungan Gita Pertiwi saat pameran Hari Pangan Sedunia 2017 se-Jawa Tengah, 4-5 November 2017 di Wonogiri, saya memperoleh biji dan teh tersaji dalam kemasan sachet. Semoga tanaman itu bisa tumbuh guna mengurangi kegersangan pagar besi itu.

Update : terlampir foto tanaman Kembang Telang saya pada tanggal 2 Mei 2018.


















Apakah Anda tidak tertarik untuk juga membuat si bunga biru cemerlang ini ikut mempercantik halaman rumah Anda ?

Tuesday, August 1, 2017

Bunda Perlu Tahu, Sederet Manfaat Berkebun bagi si Kecil

Oleh : Joko Supriyanto

Jakarta - Punya sedikit area kosong di halaman Bun? Yuk jadikan kebun kecil saja. Kita bisa menanam buah, sayur atau tanaman hias. Nah, jangan lupa ya Bun, saat berkebun ajak juga si kecil ya. Soalnya berkebun itu manfaatnya banyak lho buat anak.

Dikutip dari laman Washington Post, beberapa penelitian ilmiah menunjukkan bahwa tubuh yang dekat dan bermain dengan yang kotor-kotor bisa memperbaiki kesehatan mental dan fisik anak-anak. Nggak cuma itu, berkebun bisa membantu anak-anak membakar energi ekstra dan mengendalikan impuls mereka dan mengembangkan sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Bahkan anak-anak yang diajak
berkebun untuk menanam dan memanen sayuran dan buah, secara sukarela juga mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran. Hmm, bisa jadi solusi bagi anak yang malas makan buah dan sayur kan, Bun?
"Ketika anak saya berusia 4 tahun, dia sangat senang saat saya ajak ke luar rumah dan bermain di halaman rumah. Anak saya langsung menggambar-gambar sesuatu di tanah. Rangsangan alami yang berada di luar tampaknya menambah pikiran mempraktikkan disiplin diri. Rangsangan ini memberi energi kembali pada bagian otak yang mengendalikan konsentrasi," kata Rosanna, ibu yang gemar berkebun saat diwawancarai Washington Post.

Setuju banget dengan bunda Rosana. Berkebun merupakan aktivitas luar ruangan yang menyehatkan. Dari sini, anak bisa mengenali berbagai tanaman yang ada di kebun.

"Kebanyakan dari kita memiliki gangguan aktivitas dan akan lebih sehat jika kita bisa mengatasi gangguan tersebut dengan menghabiskan lebih banyak waktu di lingkungan luar," kata Robert Zarr, pendiri Park Rx America dan seorang dokter anak.

Dengan berkebun, anak juga bisa belajar menyiram tanaman dan membersihkan semak-semak. Dari berkebun, anak juga membangun kemampuannya untuk fokus, mengelola informasi dan bereaksi terhadap situasi. Misalnya, dia dengan cepat mengetahui bahwa air yang digunakan untuk menyiram bisa meluap jika tidak diperhatikan. Selain itu anak yang lebih besar dapat mengambil tanggung jawab atas ruang hijau mereka sendiri.

Sementara itu Bun, dikutip dari Daily Mail, peneliti dari University of California menemukan bahwa berkebun dapat membantu mencegah anak mengalami kegemukan. Bahkan, anak yang kelebihan berat badan lalu diajak mengikuti kelas berkebun cenderung mengalami penurunan bobot yang signifikan hanya dalam kurun satu tahun saja. Luar biasa ya, Bun.

Jadi nggak usah ragu lagi ya, Bun, mengajak anak berkebun. Tapi setelah berkebun jangan lupa cuci tangan pakai sabun atau mandi saja sekalian agar kuman yang menempel hilang semua. (jos/vit)


Sumber :

https://www.haibunda.com/aktivitas/d-3582261/bunda-perlu-tahu-sederet-manfaat-berkebun-bagi-si-kecil